Pages

Selasa, 29 Januari 2013

MIKROSKOP

Pada abad ke-16 berkat penemuan seorang ilmuwan, makhluk hidup yang tidak dapat terlihat menjadi dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat. Alat tersebut ialah mikroskop, yang memungkinkan seseorang dapat mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop yang sering digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler atau cahaya (latin : mono = satu; oculus = mata). Mikroskop ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda yang diamati. Benda atau obyek yang akan diamati dengan mikroskop ini, harus memiliki ukuran yang kecil, tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Perhatikan gambar 1.1 berikut ini!

Mikroskop terdiri dari dua bagian, yaitu:

1 . Bagian mekanik
Pada bagian mekanik terdiri dari:
  • Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga mikroskop. 
  • Pilar atau sendi inklinasi sebagai penghubung antara kaki dengan lengan mikroskop.
  • Pengatur kondensor berfungsi untuk menarik turunkan kondensor.
  • Kondensor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke benda yang sedang diamati
  • Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan mikroskop.
  • Engsel penggerak berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop
  • Meja preparat berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati.
  • Penjepit preparat atau pemegang sediaan berfungsi untuk menjepit preparat yang akan diamati agar tidak bergeser.
  • Tabung berfungsi menghubungkan antara lensa objektif dan lensa okuler.
  • Revolver berfungsi untuk menempatkan lensa objektif.
  • Sekrup pemutar kasar berfungsi untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah. 
  • Sekrup pemutar halus berfungsi untuk menggerakkan tabung ke arah atas dan bawah secara lambat. Alat ini dipakai jika objek telah terfokus dengan memutar pemutar kasar.
2 . Bagian optik
Pada bagian optik terdiri dari:
  • Dua buah cermin, yaitu sebuah cermin datar dan sebuah cermin cekung. Fungsi cermin adalah untuk mencari, mengumpulkan, dan mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang . 
  • Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.
  • Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada revolver.
  • Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada bagian atas tabung.

Bagaimanakah cara menggunakan mikroskop dengan benar? Untuk dapat menggunakan mikroskop dengan benar perhatikan langkahlangkah sebagai berikut:
  • Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran Untuk menghasilkan lapang pandang adalah dengan mengatur cermin sambil melihat lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma, sehingga menghasilkan pemantulan yang optimal. Bagian yang terang berbentuk bulat dinamakan lapang pandang. 
  • Mengatur fokus mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah Letakkan preparat di atas meja preparat, dijepit dengan penjepit sambil mengamati mikroskop dari samping tabung mikroskop diturunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati hingga lensa objektif tidak menyentuh preparat. Kemudian lihatlah melalui lensa okuler dan dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop sehingga objek terlihat jelas. Setelah objek tampak, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang sehingga mendapatkan bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop diperoleh dengan cara mengalikan angka pada lensa objektif dengan angka yang tertera pada lensa okuler. Misalnya 5x lensa objektif 10x lensa okuler maka perbesarannya 50x.
  • Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) Untuk memperoleh bayangan, dapat dilakukan dengan mengubah lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dengan yang lebih kuat. Misalnya lensa objektif perbesaran 5x dapat diganti dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver sampai terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang agar diperoleh objek yang lebih jelas.
  • Mengatur Mikroskop dengan posisi disimpan Setelah mikroskop selesai digunakan, aturlah mikroskop dengan posisi siap disimpan dengan cara sebagai berikut :
Bagian-bagian Mikroskop1) Tabung mikroskop dinaikkan.
2) Preparat diambil.
3) Lensa objektif terlemah diturunkan serendah-rendahnya diputar persis sampai lubang meja mikroskop.
4) Diafragma ditutup kembali.
5) Kondensor diturunkan dan cermin dalam posisi tegak.
6) Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikrokop dan topang kaki mikroskop dengan tangan kiri kemudian masukkan ke tempatnya dan dikunci. 

Cara membuat preparat:
 
1) Membuat preparat tanpa penyayatan:
Untuk membuat preparat basah tanpa penyayatan, misalnya pada waktu pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air. Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan pipet tetes dan tempatkan pada kaca obyektif dan tutup dengan kaca penutup, amati dengan mikroskop.

2) Membuat preparat dengan penyayatan:
Membuat preparat pada organ tubuh organisme, misalnya penampang daun, batang, akar, otot dan lain-lain Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk membuat sayatan yang baik dan tipis dengan alat yang disebut mikrotom, tetapi bila tidak mempunyai mikrotom dapat dengan menggunakan silet yang tajam.

Selasa, 22 Januari 2013

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

PENGELOMPOKKAN MAHLUK HIDUP


Klasifikasi adalah pengelompokan mahluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. Tujuan klasifikasi adalah mempermudah mempelajari mahluk hidup yang beraneka ragam. Carolus Linnaeus adalah orang pertama yang mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-cirinya secara sistematis. Sebelum Carolus Linnaeus, orang mengelompokkan mahluk hidup dengan berbagai dasar (misalnya dengan kegunaannya, habitatnya).

Contoh pengelompokkan mahluk hidup berdasarkan habitatnya:
1. Xerofit: tumbuhan yang hidup di tempat kering
2. Hogrofit: tumbuhan yang hidup di tempat lembab
3. Hodrofit: tumbuhan yang hidup di air

Tingkatan-tingkatan pada klasifikasi hewan adalah :
Regnum/Kingdom (Kerajaan)
Phylum (Filum)
Classis (Kelas)
Ordo (Bangsa)
Familia (Suku)
Genus (Marga)
Species (Jenis)

Tingkatan-tingkatan pada klasifikasi tumbuhan adalah :
Regnum/Kingdom (Kerajaan)
Divisio (Divisi)
Classis (Kelas)
Ordo (Bangsa)
Familia (Suku)
Genus (Marga)
Species (Jenis)


Mahluk hidup dikelompokkan dalam kelompok besar, dalam kelompok besar terdapat kelompok-kelompok kecil, dan di dalam kelompok kecil terdapat kelompok-kelompok yang lebih kecil lagi.

Contoh tingkat pengelompokkan pada tumbuhan :
Tumbuhan dalam kelompok mahluk hidup memiliki kelompok terbesar, yaitu Kingdom (Regnum).

Kingdom dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok Divisi (Divisio);
Divisio dibagi lagi menjadi Classis (Kelas);
Kelas dibagi lagi menjadi Ordo (Bangsa);
Bangsa dibagi lagi menjadi Familia (Suku);
Suku dibagi lagi menjadi Genus (Marga);
Marga dibagi lagi menjadi Species (Jenis);
Kadang-kadang jenis dibagi lagi dalam kelompok Variasi (Ras);

Kadang-kadang setiap tingkat kelompok dibagi lagi dalam sub-sub, misalnya sub divisi, sub kelas dan sebagainya.
Jadi tingkatan pengelompokan pada hewan berturut-turut sebagai berikut:
Kingdom (Regnum), Philum (Filum), Kelas, Suku, Marga, dan Jenis.

Contoh penulisan klasifikasi:

Klasifikasi Pepaya

Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Sud Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Caricales
Familia : Caricaceae
Genus : Carica
Species : Carica papaya

Klasifikasi Kucing

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Familia : Felidae
Genus : Felis
Species : Felis domestica

Karena makhluk Hidup dikelompokkan dari kelompok besar ke kelompok kecil berdasarkan ciri-cirinya, maka :
- Dari kelompok Kingdom sampai ke kelompok Species jumlah anggotanya semakin sedikit;
- Dari kelompok Kingdom sampai ke kelompok Species jumlah persamaan cirinya semakin banyak

Selasa, 15 Januari 2013

belajar fisika (KALOR) :D

KALOR


1. Pengertian Kalor

Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Sebelum abad ke – 17, orang beranggapan bahwa kalor merupakan zat yang pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Jika kalor merupakan zat, tentu mempunyai masa. Ternyata benda yang suhunya naik, massanya tidak berubah, jadi kalor bukan zat.
Satuan kalor :
  • Sistem internasional ( SI ) ; joule ( J )
  • Sistem lain ; kalori ( kal ) dimana  1 kalori = 4,2  ;  BTU dimana 1  BTU  = 252 kalori
2. Kalor Dapat Mengubah Suhu suatu Benda
Lakukan percobaan-percobaan sebagai berikut :
Percobaan 1
  • Masukkan air dengan volume 200 mL dalam gelas kimia.
  • Panaskan air tersebut dengan pembakar spiritus, dan catat perubahan suhunya, seperti pada tabel pengamatan.
Percobaan 2
  • Sama seperti percobaan 1, gantilah volume air dengan 100 mL
Percobaan 3
  • Sama seperti percobaan 1, gantilah air dengan minyak bervolume 200 ml
Dari hasil percobaan, diperoleh data-data sbb :
  • Semakin lama dipanaskan (semakin banyak kalor diberikan ) suhu air semakin naik tinggi.
  • Dengan pemberian kalor yang sama, ternyata air bervolume 100 mL lebih cepat naik suhunya dari pada air bervolume 200 mL.
  • Dengan pemberian kalor yang sama pada volume yang sama, ternyata minyak lebih cepat naik suhunya dari pada air.
Dengan demikian dapat disimpulkan :
1. Perubahan kalor – kalor suatu benda sebanding dengan perubahan suhu benda tersebut:
  •  penambahan kalor sebanding dengan penambahan suhu.
  • Pengurangan kalor sebanding dengan penurunan suhu
2. Jumlah kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu benda sebanding dengan massa benda dan bergantung pada jenis zat itu.
Secara matematis dirumuskan sebagai :



3. Kapasitas kalor
Kapasitas adalah banyaknya kalor yang diperlukan/dilepaskan untuk menaikkan / menurunkan suhu benda sebesar 1 Kelvin / 10 C.
Secara matematis dirumuskan sebagai :

H    =   kapasitas kalor, satuannya J/K
4. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat
Lakukan percobaan sebagai berikut :
Percobaan 4


  • Masukkan es ke dalam gelas kimia
  • Panaskan es dengan pembakar spiritus
  • Catat perubahan suhunya setiap dua menit
  • Catat suhu pada saat es mencair
  • Catat suhu pada saat terjadi penguapan
  • Amati perubahan suhu pada saat air mulai mendidih dan sedikit demi sedikit berubah menjadi uap air Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalor yang diberikan pada suatu  zat dapat mengubah wujud zat tersebut. Contohnya, pada percobaan 4 di atas, kalor yang diberikan pada es ( wujud padat ) dapat mengubah wujud es menjadi air ( wujud cair ), dan air dapat berubah menjadi uap air ( wujud gas ). Perhatikanlah diagram perubahan wujud zat berikut ini!

    Selama terjadi perubahan wujud ( selama melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan deposisi ) suhu zat tetap. Pada saat itu, seluruh kalor yang  diserap atau yang dilepaskan digunakan untuk mengubah wujud benda


    5.Menguap, Mendidih, dan Melebur
    Pada percobaan 4 di atas, juga diperoleh fakta bahwa menguap dapat terjadi pada sembarang suhu, sedangkan mendidih hanya terjadi pada suhu tertentu ( yaitu pada titik didihnya ).
    Pada pengupan gelembung-gelembung uap hanya terjadi pada permukaan saja; sedangkan pada peristiwa mendidih gelembung-gelembung uap terjadi pada  seluruh bagian zat cair.
    Penguapan dapat dipercepat dengan cara antara lain :
    1)      memanaskan
    2)      memperluas permukaan
    3)      meniupkan udara di atas permukaan
    4)      mengurangi tekanan udara di atas permukaan
    Zat mendidih pada suhu tetap, asalkan tekanannya tetap. Titik didih suatu zat dapat diturunkan, dengan menurunkan tekanannya. Titik didih normal didefinisikan sebagai titik didih di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.
    Jumlah kalor yang diperlukan selama pendidihan / penguapan tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.

    Seperti pada proses mendidih, pada proses melebur suhu zat tetap asalkan tekanannya tetap. Suhu dimana zat melebur disebut titik lebur. Titik lebur normal didefiniskan sebagai titik lebur di bawah pengaruh tekanan 1 atmosfir.
    Jumlah kalor yang diperlukan selama melebur  tergantung pada massa zat dan jenis zat.  Secara matematis ditulis.



    sumber  tabel : http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/images/EP-6D08.JPG
    Untuk jelasnya lihat diagram kalor berikut:

Selasa, 08 Januari 2013

Cara Mencari Persamaan Garis Norrmal

Assalamu’alaikum
Pada tulisan pertama yang saya tulis di blog sederhana ini akan membahas mengenai cara mencari persamaan garis normal. Pada saat kami mengerjakan salah satu soal mengenai garis normal ada sedikit kebingungan dalam pengerjaannya. Penyebab kebingungan kami adalah hasil nya tidak sama dengan dikunci (tidak patut ditiru) hahaa..
Yaa toh kita sudah mengerjakan dulu tidak ada salah nya kita periksa hasil kita apakah sama dengan di kunci jawaban. Alhasil kami bertanya kepada dosen, namun karena yang mengajar kami pada saat itu mahasiswa S2 yang sedang ppl jadi mereka juga sedikit bingung(sama-sama lagi belajar). Akhirnya diputuskan bahwa jawaban soalnya akan di beritahukan melalui telpon dengan menghubungi saya. Selesai (?????). hoho..
Pada masalah intinya yaitu bagaimana sih soal itu sepertinya sulit sekali,sesulit apakah? Sebenarnya soal nya simple ,yes,it’s so simple but our answer is hard ,,lol. Soalnya yaitu kita disuruh menetukan persamaan garis normal tegak lurus x-y = 0 terhadap = 2x. Bila kita perhatikan soal yang dibuat itu kurang tepat karena garis normal memang sudah garis yang tegak lurus jadi pperbahan pada soal itu persamaan garis normal yang sejajar x-y=0.
Pertama, kita dapatkan gradien dari persamaan x-y=0 yaitu m1=1 pada garis normal yang tegak lurus garis singgung maka didapat nilai dari m2=-1.
Langkah kedua kita substitusikan nilai m2 pada persamaan y=mx+C
y=-1x + C.
x= -y +C
Langkah ketiga substitusikan nilai x ke persamaan c.
y2= 2(-y+C)
y2 -2y +2C = 0
Selanjutnya kita akan mendapatkan nilai C dengan mengunakan rumus diskriminan yaitu D = b2 – 4ac karena menyinggung maka nilai D = 0.
(-2)2 -4(1)(2C)=0
4-8C=0
-8C=-4
C= ½
Kembali nilai C disubstitusikan ke persamaan y=mx+C
Maka didapat y= -x-1/2
Nah, untuk mencari nilai x dan y yang merupakan titik singgung maka kembali kita substitusikan nilai y tersebut ke persamaan parabola nya yaitu y2= 2.
(-x-1/2)2 = 2x
Maka setelah kita cari akan didapatkan nilai x = ½ dan nilai y = -1 sehingga titik singgung nya yaitu (1/2,-1).
Dan yang terakhir kita akan dapat persamaan garis normal yang melalui titik (1/2,-1) pada persamaan y-y1=m(x-x1).
y-(-1)= 1(x-1/2) ; m=1 karena sejajar
y= x-3/2
    Semoga bisa bermanfaat ,jangan lupa tinggalkan ur coments yak …
^_^